Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2015

Merindu Hati

tidak ada yang bisa dipaksakan pagi ini, tak ada yang pernah memaksa kenapa pagi datang dan setelah itu berganti siang, dan esok dia kembali lagi. dan aku tak bisa paksakan kamu seperti aku dengan hanya diam tak berbuat apa-apa dibanding kamu yang selalu menjadi buah rindu dia.

ya mungkin ini hasil ilusi-ilusi dari setiap kerja otak kananku yang terlalu berharap besar tanpa menghiraukan aktivitas otk kiriku. bahkan aku sering melupakan dimana matahari ternbenam karena aku terlalu benci saat-saat itu, saat dimana banyak diskusi antara imajinasiku berpacu lebih cepat daripada biasanya, ya malam-malampun hatiku tak bekerja dengan baik. terkadang aku ingin mengingat dimana kuning memerah itu perlahan-lahan tertutup awan yang menebal terhias kabut diujung lafadz sang penciptaku. saat itu degup jantungku melemah, sayu mataku, tulang-tulang penyanggah serasa lepas satu persatu, inderaku tak merasa lagi, terpotong-potong hatiku ulah ilusi-ilusi yang kuciptakan sendiri.

aku bangun pagi, kuseduh kopi sebagai teman bagiku agar otak kananku sedikit berpacu, memang tak ada roti atau pisang goreng setiap pagiku. dengan lagak bak sodagar kaya raya aku mulai mengidupkan televisi dengan chanel berita pagi ini, "anah.." tiba-tiba berita pagi ini burung yang kehilangan sayap akibat sambaran petir yang hampir dua pekan belum tuntas juga. terasa ada yang ganjil bibirku mulai sediit asam, haaa ternyata disebelah bantal diatas buku yang kubaca tak tuntas itu ada sebungkus kumpulan tembakau. asap itu melai mengepul di atas kepalaku. memandang jauh asap itu membentuk seberkas wajah yang tak asing bagi mataku, ahh aku yakin itu permainan otak kananku yang sudah tak waras lagi aku pikir dan itu juga dampak dari buku yang kubaca semalam, walau hanya sebagai pengantar dan berharap sebagaii benih buah mimpiku semalam.

bagaimana ini terjadi aku merindu sedangkan otakku berjalan tidak selaras dengan hatiku.
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Cerita Pagiku.


fatamorgana januari pagi
pagi memukul-mukul pintu ruang kosongku membangunkan panorama adzan subuhku, tiba ketika itu aku berjanji meminta pada bungaku untuk berucap berbeda setiap paginya. lalu aku lelapkan ilusi-ilusiku didepan pertunjukan kelopak-kelopak yang membuka pesona agar sang jantan membelai dan membuainya. daun-daun mulai berfotosintesis bak seorang ibu menyiapkan dan menghantarkan makanan bagi seluruh anggota keluarganya. teratai menguntai ribuan sajak -sajak membentuk formasi sambutan ceremony berlenggaang kesana kemari kekanan dan kekiri semerbak pada sanubari. semut-semut merah penghuni kamarku berbaris rapi dan wangi seperti serdadu tak ada belati menyiapkn barisan siap mengamankan pagiku ada juga semut hitam sebagai regu penari menginstrusikan tarian perdamaian. curut di ujung sudut terbangun sebagai penghuni pemalas berlaku sebagai inspektur upacara. pasukan udara berkuasa menjaga takala sesekalai ketika inspektur memberi tanda, atraksi-atraksi terbang seperti sukoi akan menjadi kejutan bagi semua penghuni. 

ini tak boleh aku biarkan kata otak kiri lalu aku hentakan langkahku, pelan pelan aku putar volume lagu kesayangan minggu-mingggu ini. terkenang wajahmu sayang seketika ini. debar-debar sebelum ceremony ini ada yang menggangu sebagai komandan upacara pagi ini aku menginstrusikan seluruh pasukan membentuk formasi bayangan itu lalu membingkainya agar pagi jadi saksi kalaupun dapat abadi. 

adzan dzuhur tanda buyarnya seluruh atraksi, ini sekedar ilusi tp taukah ini asal muasal dari hati dan bolehkah aku menyakininya sayang.
tobe continued...

»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Rabu, 24 Juli 2013

Perjuangan Tanpa Henti


Pertanyaanku adakah yang masih peduli dengan semua ini ketika satu persatu pergi. ini bukan sekedar cinta ataupun tanggung jawab semata, tapi ini kesadaran dan perjuangan. akankah perjuangan ini harus berhenti pada titik waktu yang menentukannnya. tidak bisahkah kita yang menentukan waktu kapan kita harus berhenti untuk berjuang. aku tau dan aku sadar cintaku juga tak lebih besar cinta dia yang dulu, dan tanggung jawabku tak lebih keras ketika kau mempertahankan untuk memilih untuk terus melanjutkannya. dan apakah sebuah nama perjuangan itu berhenti ketika kita tak bisa melihat atau memeluknya toh kita masih bisa merasakannya aromanya. 

Perjuangan ini harus terus dilanjutkan jika masih ada harapan untuk melihat mentari di esok hari. dan berharaplah esok masih mengharapkan kita untuk kembali disisni. memang kamu bukaanlah aku, begitupun akuu bukanah kaamu. tapi bukannya aku dan kamu adalah kita. kita yang mempunyai segudang tawa dan cita-cita yang akan membawa ke pelaminan karya-karya. sudahlah tak usah menengok apa itu salah yang lalu yang membuat kaau luka krena itu semua kan semakin kita menjauhkan dari cinta. karena cintamu, cintaku adalah cinta kita untuk sebuah karya.

# selamat berjuang.
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Jumat, 16 November 2012

Janji di November


kepadamu keserahkan malam ini
ini hari, ini hati mulai dari sini
kita akan pergi, menyisiri
ini mimpi, tak misteri

menuju malam menjeput pagi
bersama mimpi-mimpi
jauhkan resah hati
mari jalani.
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Senin, 12 November 2012

1/2 Hati


Kini aku semakin tak berarti
Pulas tidur sendiri
Menikmati pagi
Dengan setengah gelas kopi
Dan sebatang pengahangat pagi

Semakin sukar aku menepi
Pada rembulan atau mentari
Kutaruh dan kuterpa mimpi-mimpi
Walau didepanmu aku tak ada arti atau kau yang tak mengerti.
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Bebas Berkreativitas

Tak ada aktivis
Tak akan ada aktivitas
Tak ada kreativitas Kita serba terbatas
Terpapas waktu yang tak akan  pernah pas

Uang membuat kami terhempas
Pada lorong-lorong yang buas
Tapi kami bukan mahluk
Yang bisa kau peras

Kami Mahkluk Bebas
Yang Ingin Membuang Para Penindas Kreativitas
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Bego sih, Ini Lampung yai ©Template Blogger Green by Dwie Setia.

Mentariku