Pages - Menu

Sabtu, 23 Juni 2012

Sampah Plastik Salah Satu Penyebab Global Warming

Dewasa ini dunia ini sedang gencar-gencarnya menyuarakan Go Green atau hijaukan bumi atas pemanasan global atau Global Warming yang terjadi di bumi kkita ini. Salah satu penyebabnya ada sampah plastic yang tanpa kita sadari adalah konsumsi kita sehari hari seperti saat kita berbelanja. Saat ini yang harus anda diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.

Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia.


Di Inggris saja, diperlukan 2 milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah, mencemari lingkungan.

Menurut literatur, materi plastik baru akan terurai oleh tanah dalam waktu 200-400 tahun, dan akan terurai secara sempurna dalam waktu 1000 tahun. Inilah pangkal bencana sesungguhnya yang diakibatkan karkateristik fisik dan kimia sampah plastik yang dibuang secara terbuka ke lingkungan hidup (kapanlagi.com). Bahaya yang ditimbulkan sampah plastik antara lain:

1. Pencemaran tanah, air tanah serta berbagai jenis mahluk hidup yang berada dalam tanah oleh racun-racun dan partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan pengurai seperi cacing.

2. Sampah yang tertimbun tanah mengganggu porositas dan jalur air yang masuk ke dalam tanah sehingga mengancam krisis air bersih dan terjadinya run off (aliran permukaan) penyebab banjir.

3. Sampah yang tertimbun dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah dan menghalangi sirkulasi udara dalam tanah dan ruang gerak mahluk bawah tanah yang mampu menyuburkan tanah.

4. Sampah plastik yang terbakar menyebabkan pencemaran udara. Gas-gas beracun dari sampah plastik yang terbakar seperti dioxin akan lepas ke udara dan akan terhirup oleh manusia. Hal ini dapat menurunkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.

5. Plastik dapat mengontaminasi makanan karena plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya  supaya lentur, licin dan gampang ditekuk, plastik menggunakan bahan pelembut (plastikizers), bahan ini akan mengontaminasi makanan dengan cepat bila makanan yang dibungkus masih panas. Bahkan bila plastik yang dipakai membungkuspun berasal dari bahan daur ulang, karena bahan platik daur ulang mengandung karsinogen berbahaya yang berasal dari proses pendaur ulangan yang diragukan kebersihannya.

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

Bego sih, Ini Lampung yai ©Template Blogger Green by Dwie Setia.

Mentariku