Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Ekosistem Pantai Semakin Rusak Mari KIta Siapkan Satu Pohon Untuk Satu Kepala


Semakin hari kondisi pantai semakin memburuk karena semakin berkurangnya pohon yang bisa menahan laju air yang  bisa masuk kedaratan. salah satu jenis pohon yang bisa mengurangi erosi pantai adalah pohon bakau. Bakau adalah tanaman yang hanya dapat kita temui temui di sekitar pantai.Untuk mengenal lebih jelas tentang tanaman Bakau maka, saya akan menjelaskan beberapa jenis Bakau yang dapat kita temui,Jenis tanaman bakau, yaitu:

1. Rhizophora
    Rhizophora adalah tanaman bakau yang memiliki ciri-ciri: buahnya panjang tetapi akarnya ada yang menusuk ke dalam tanah dan menjalar di permukaan tanah.

2. Siapi-api
    Siapi-api, dinamakan begitu karena akar tanaman bakau yang satu ini menjulang ke atas permukaan tanah menyerupai api, selain itu ternyata walaupun berakar panjang tetapi buah tanaman ini hanya sebesar kacang mededan memiliki rasa pahit, namun di orang-orang di pulau jawa mengolah buahnya menjadi keripik siapi-api dengan merendam buahnya selama 2 hari dengan air garam untuk menghilangkan rasa pahitnya, sehingga keripiknya dapat membuat konsumen merasa senang untuk mengkonsumsinya.

»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Senin, 01 Oktober 2012

Satu Pohon Untuk Satu Anak


Semakin hari semakin meningkat populasi penduduk indonesia. Ini merupaka sebuah wacana besar yang semestinya dengan cepat ada solusi atau formula yang cepat untuk menanggulangi masalah tersebut.  Semakin banyak populasi di indonesia ini semakin sempit dan berkurang lahan tempat tinggal terutama di kota besar seperti jakarta. Sehingga lahan hiaupun harus terpaksa berkurang dan mengakibatkan berkurang pula kualitas udara segar. Sebenarnya tinggat populasi yang semakin meningkat sangat berpengaruh dengan pemanasan global atau global warming.

menurut sumber: Tempo.co Indonesia berada di urutan keempat untuk negara berpopulasi terbesar, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Populasi penduduknya mencapai 237,6 juta orang pada 2010. Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief, laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,49 persen per tahun. ”Artinya, setiap tahun jumlah populasi membengkak 3,5 juta hingga 4 juta orang,” ujar Sugiri dalam pembukaan Seminar dan Peluncuran Kampanye "Dunia dengan 7 Miliar Penduduk" di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Sabtu, 29 September 2012

Lidah Mertua Merubah Sekitar Lebih Indah Dan Asri Karena Itu Adalah Seni




Akhir akhir tahun ini serasa bangsa indonesia secara tidak langsung terjadi banyak bencana dari banjir, longsor, kebakaran hutan, tsunami, dan gunung meletus. Itu semua akibat pembalakan atau eksplorasi hutan secara berlebihan dan penambangan Sumber Daya Alam seprti minyak dan batu baru yang tidak ada batasan. Secara tidak langsung hutan yang notabene sebagai penyeimbang alam akan semakin menurun kualitasnya.

Selain itu Kota Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan Indonesia, kadar pencemaran udara semakin memburuk setiap harinya. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70 persen. Sementara itu, kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15 persen. Sisanya berasal dari sumber pembakaran lain, misalnya dari pembakaran sampah dan hutan.

Sebagai penyumbang polusi terbesar, gas buang kendaraan bermotor pun mengeluarkan gas berbahaya, salah satunya adalah timbal (Pb2). Timbal memiliki dampak buruk terhadap kesehatan, di antaranya merusak jaringan saraf dan fungsi ginjal, keguguran, penurunan kecerdasan, hipertensi, anemia, serta kanker.  Itu tidak hanya terjadi dikota jakarta saj tetapi kota kota besar di indonesia. Untuk itu perlunya sosialisasi atau penanaman kembali hutan atau hal kecil yang dapat dilakukan oleh setia kepala keluarga untuk mnegurangi polusi atau kadar udara yang buruk yaitu dengan menanam tanaman hias yaitu, lidah mertua atau sansevieria.

Tanaman bunga lidah mertua adalah tanaman hias yang berasal dari benua Afrika ini bermanfaat sekali bagi udara lingkungan. Lidah Mertua atau dalam bahasa ilmiah disebut Sansevieria Trispasciata Prain ternyata berguna bagi manusia karena kelebihannya yaitu bisa menyerap racun yang bertebaran di udara sekitarnya seperti benzene dan karbon dioksida juga asap rokok. Ini berguna sekali sebagai penyaring udara. Tanaman ini lebih berguna ditempatkan pada ruangan yang berasap rokok atau memiliki tingkat polusi yang tinggi. Tanaman lidah mertua juga berguna apabila diletakkan di sudut dapur dan kamar mandi untuk mengurangi bau tidak sedap.

»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Kamis, 27 September 2012

Persediaan Minyak Bumi Beberapa Tahun Kedepan Akan Segera Habis, Mengertilah?


Sedikit meluangkan waktu untuk mencari informasi tentang minyak bumi yang semakin menipis. unkan Ketergantungan dewasa ini oleh orang-orang modern yang semakin banyk mengunakan alat transportasi yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Tapi dari sekian yang menggunakan BBM tersebut banyak kurang mengtahui asal usul minyak bumi yng dapat habis beberapa tahun kedepan dan tidak dapat diperbaharui. Sehingga penggunaan secara berlebihan sangat menjadi sebuah kebiasaa yang tidak baik. Padahal pengunaa minyak bumi yang berlebihan sangatlah menggangu ekositem hutan atau kelangsungan hidupmanusia dibumi. Dan selanjutnya Pemanasan Global akan semakin meningkat.

Cadangan minyak bumi di Indonesia sudah mulai menipis, yang kini diperkirakan  hanya tersedia untuk jangka waktu sekitar 15 tahun. Hitungan tersebut dengan asumsi tingkat konsumsi tinggi seperti sekarang, yang berada pada kisaran tingkat pertumbuhan konsumsi 5-6 persen setahun. Menurut informasi dari US Geological Survey Oil and Gas Journal, 1995 – 2000, melaporkan  Amerika Serikat yang hanya bisa memproduksi dan menikmati minyak bumi kurang dari 1 dekade, termasuk Kanada, Inggris, Norwegia, Mesir, Argentina, Australia, dan Ekuador. 

Dalam kelompok ini menurut US Geological Survey Oil and Gas Journal, termasuk Indonesia. Sumber yang sama juga memperkirakan Negara-negaraseperti China, Negeria, Aljazair, Malaysia, Kolombia, Oman, India, Qatar, Angola, Rumania, Yaman, dan Brunei, masih bisa menikmati enegi fosil ini dalam 50 tahun mendatag. Disamping itu dilaporkan juga Negara-negara yang produksi minyak buminya bisa berkelanjutan sampai 100 tahun seperti :
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Selasa, 25 September 2012

Sampah Plastik, Harus Dari Sekarang Untuk Hijau Bumi




Melihat tidak jauh dari sekitar kita, masih banyak kita temui dan kita abaikan sampah plastik. Terkadang tak banyak yang mengetahui dampak dan bahaya tentang bahaya sampah palstik terhadap lingkungan kita. Padahal kalau kita mau dan sedikit menyadari tentang bahaya sampah plastic yang begitu sangat membahayakan bagi ekosistem atuapun kelangsungan kehidupan manusia di bumi. samapah plastik salah satu penyebab Global Warming.

 
Untuk itu mari kita sedikit merespon tentang issu yang bukan sekedar issu lagi dewasa ini tentang bahaya plastik. Padahal sedikit kita urai tentang  bahaya plastikyang dapat di urai dengan tanah  sekitar 200-400 tahun. Dan dapat kita bayangkan apabila kita tidak menyadari dan terus-menerus membuang sampah sembarang dan tidak merespon sampah plastic disekitar kita.

Mari kita sedikit mengurangi sampah palstik itu dengan cara:
1.   Saat berbelanja dalam jumlah sedikit hindarilah anda menerima plastik dari pedagang, dari tindakan anda tersebut maka pedagang akan mengurangi pembelian plastik untuk bungkus belanjaan.
2.    Gunakan katung atau tas yang terbuat dari kain ataupun daur ulang dari platik itu sendiri.
3.   Jangan pernah gengsi untuk mengantungi sisa plastik bungkus permen artau makanan ringan saat anda makan ataupun melihatnya dijalan
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Senin, 02 Juli 2012

Bukan Ukuran, Tapi Peran Kita Untuk Bumi Tetap Hijau





Global Warming sekarang bukanlah isu belaka di Indonesia maupund dunia. Sekarang setiap orang dari penjuru belahan bumi ini berupaya mengatasi hal tersebut. Banyak yang bisa kita lakukan untuk berperan aktif dalam pengurangan masalah tersebut. Sebelum kta pelajari sedikit dari banyak hal yang harus kita lakukan demi bumi ini. Bagi anda yang belum mengetahui global warming atau pemanasan global itu apa silahkan buka http://setia16dreams.blogspot.com/2012/06/harus-tahu.html

Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang. Padahal pemanasan global adalah masalah yang serius. Suhu Bumi yang terus meningkat akan ber efek panjangnya musim kering atau kemarau. Mencairnya gunungan es di kutub. Naiknya permukaan air laut. Dan sulitnya mencari sumber mata air. Kalau sudah begitu siapa coba yang tanggung jawab? Berhubung Masih belum terlalu parah efeknya, mari kita lakukan langkah untuk mengurangi hal tersebut.

1.  Batasi Penggunanaan kertas
Sekarang kertas buaknlah barang yang mahal atau sulit untuk di dapat. Untuk itu Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong. Lihat di http://setia16dreams.blogspot.com/2012/06/hemat-kertas.html

2. Ganti bola lampu.
Mungkin di bandingnkan lampu pijar lampu neon ini dari segi cahaya kurang terang. Tapi sekali lagi bukan saatnya berfikir terangnya tapi bagaimana berfikir tetap menjaga terangnya bumi ini.
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Minggu, 24 Juni 2012

Hemat Kertas Demi Kelestarian Bumi


Kertas adalah benda lembaran tipis dan rata yang terbuat dengan kompresi serat yang berasal pulp. Serat yang digunkan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet. 
Kertas pertama kali dihasilkan di china oleh Tsai Lun tahun 101 Masehi. Pada waktu itu kertas yang dihasilkan msih terbuat dari serat bamboo. Setelah berlangsung beberapa abad mulailah kertas di kenal oleh seluruh dunia dan menjadi komodititas utama yang sangat mahal pada masa itu. Setelah kekalahan dinasti Tang oleh Bani Abbasiyah dalam perang Talas (751 M) kertas mulai diproduksi secara massal di bagdad. Setelah perang salib produksi kertas semakin mendunia dan hal tersebut berlangsung hingga masa sekarang.

Dalam proses produksi pembuatan kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah yang relatif besar. Disamping itu perlu ketersediaan bahan baku kayu dalam jumlah yang cukup banyak pula, yang biasanya kayu tersebut diperoleh dari penebangan hutan. Tentunya hal ini akan berakibat pada semakin luasnya penebangan pohon. Sedangkan pohon mempunyai fungsi sebagai sumber oksigen bagi kehidupan dan penyerap karbon dioksida yang efektif. Apabila hal ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan peningkatan pemanasan global. Disamping itu limbah yang dihasilkan dari proses produksi kertas juga sangat banyak baik dalam bentuk cair, gas maupun padat yang tidak mudah untuk dapat diolah sebelum dibuang ke lingkungan secara aman.

»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Sabtu, 23 Juni 2012

Sampah Plastik Salah Satu Penyebab Global Warming

Dewasa ini dunia ini sedang gencar-gencarnya menyuarakan Go Green atau hijaukan bumi atas pemanasan global atau Global Warming yang terjadi di bumi kkita ini. Salah satu penyebabnya ada sampah plastic yang tanpa kita sadari adalah konsumsi kita sehari hari seperti saat kita berbelanja. Saat ini yang harus anda diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya, ikut dimasukkan sejenis bahan pelembut (plasticizers) supaya plastik bertekstur licin, lentur dan gampang dibentuk. Tapi kalau plastik dipakai buat bungkus makanan, plasticizers bisa mengkontaminasi makanan. Apalagi kalau makanan yang dibungkus masih panas, si plasticizers dan monomer-monomernya makin cepat keluar dan pindah ke makanan lalu masuk dalam tubuh.

Kantong plastik kresek yang biasa kita pakai sehari-hari ternyata mengandung zat karsinogen berbahaya karena berasal dari proses daur ulang yang diragukan kebersihannya. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun.Walaupun murah bahkan sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Sumber energi yang mulai langka dan sangat dibutuhkan manusia.
»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Jumat, 15 Juni 2012

Global Warming Adalah Bahaya Besar Buat Kita Bukan Saya


Apa itu global warming yang dewasa ini menjadi topic yang masih tetap berkeanjutan sampai kini. Banyak dari sekian diantara kita yang belum mengetahui hal tersebut. Untuk itu demi bumi kita demi kelangsungan anak cucu kita nanti apa salahnya kita belajar sedikit tentang apa itu global warming atau pemanasan global.

Mari kita belajar!!!!

Global Warming Pemanasan global (Inggris: global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.

»»  ...
»»  Baca_Selanjutnya...

Bego sih, Ini Lampung yai ©Template Blogger Green by Dwie Setia.

Mentariku